Mengenal Yadnya Kasada Suku Tengger, Gunung Bromo

Apa sih Yadnya Kasada itu?

Yadnya Kasada adalah upacara persembahan atau sesajen Umat Hindu Suku Tengger di Pegunungan Bromo, baik di wilayah Probolinggo, Pasuruan dan Lumajang kepada sesembahannya Sang Hyang Widhi, sebagaimana legenda suku Tengger. Suku yang terkenal namanya berasal dari pasangan Roro Anteng dan Joko Seger

Rangkaian ritual Suku Tengger ini sangatlah eksotik. Rugi jika Anda tak dapat menyaksikan atmosfirnya.

kasada 2015

Pelaksanaan puncak acara Yadnya Kasada diadakan pada setiap bulan Kasada di hari ke-14 dalam penanggalan Jawa. Warga umat Hindu Suku Tengger ini mengadakan upacara sesembahan untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur mereka. Masyarakat melemparkan sesajen, biasanya berupa hasil bumi, ke dalam kawah Gunung Bromo. 

Selain upacara persembahan melempar sesaji ke kawah Gunung Bromo, ada rangkaian pelantikan Dukun Tengger di tengah malam. Bagaimana bisa menjadi tradisi, ternyata ada legenda di baliknya. 

Suku Tengger dikisahkan adalah keturunan Rara Anteng (putri Raja Majapahit) dan Joko Seger (putra Brahmana). Sehingga nama Tengger merupakan nama penggabungan kedua tokoh ini. Pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan menguasai Tengger. 

Sekian tahun menikah, pasangan ini tak jua dikaruniai anak. Keduanya lalu bertapa meminta kepada Dewa Brahma sesembahannya agar mememberi mereka keturunan. Dalam pertapaannya tiba-tiba terdengar suara gaib yang mengatakan bahwa permohonan mereka dalam semedi akan terkabul. Namun dengan syarat Rara Anteng dan Joko Seger harus mengorbankan putra bungsu mereka ke kawah Gunung Bromo.

Mereka bersedia menerima syarat itu. Sang Hyang Widhi pun menganugerahkan 25 anak kepada pasangan ini. Putra ke 25 mereka namakan Kesuma. Pasangan ini pun menyayangi Kesuma, putra bungsu mereka yang tumbuh menjadi anak gagah. Rara Anteng dan Joko Seger enggan untuk melaksanakan janji mereka pada Dewata. Bertahun-tahun kemudian berlalu, dan Dewata pun menagih janji mereka lantaran melihat pasangan ini seolah ingkar janji.

Malapetaka datang. Dewa yang marah membuat alam semesta gelap gulita. Gunung Bromo bergemuruh melontarkan api dan material kawahnya. Pasangan Roro Anteng dan Joko Seger lalu teringat janji akan mereka. Keduanya menceritakan janji mereka itu kepada Kesuma. Kesuma lalu bersedia berkorban untuk keselamatan negeri dengan syarat Ibu dan Ayahnya diminta untuk mengenang saat Kesuma mengorbankan dirinya.

Lalu alam semesta pun  tenang kembali. Masyarakat Tengger pun berkembang dan tak lupa untuk memperingati pengorbanan Kesuma. Hingga sekarang, Suku Tengger tetap memegang keyakinan sebagai pemeluk Hindu dan tradisi upacara Yadnya Kasada terus dipertahankan sampai sekarang. 

Cara Cepat Hamil

Tanggapan Anda

Leave a Reply