Kota Probolinggo terima Penghargaan akan Dukungannya pada Pembangunan Perikanan dan Kelautan


KOMPAS.COM-Kota Probolinggo seolah tak pernah berhenti menerima penghargaan selama dipimpin Wali Kota HM Buchori yang menjabat dua periode. Menerima sejumlah penghargaan beberapa hari lalu, baik tingkat nasional maupun regional, kali ini Kota 1001 Taman ini kembali mendapat penghargaan berkat kemajuan pembangunannya.

Senin (10/12/2012), HM Buchori menerima Piagam Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur kategori Dukungan Pemerintah Kota Terhadap Pembangunan Perikanan dan Kelautan di Jawa Timur, dalam rangka Gebyar Pembangunan Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur 2012.

Kota Probolinggo satu-satunya kota yang meraih penghargaan tersebut di Jatim. Wali Kota HM Buchori, dianggap salah satu kepala daerah yang peduli pada pembangunan yang berkaitan dengan kehidupan para nelayan dan masyarakat. Bahkan, jauh sebelum penghargaan itu diberikan, Kota Probolinggo dijuluki Kota Minapolitan (kota ikan) oleh seorang Direktur Jenderal pada Kementerian Kelautan dan Perikanan 2010 lalu.

“Penghargaan itu bukan yang utama. Yang menjadi prioritas adalah bagaimana membangun dan memajukan Kota Probolinggo, untuk kepentingan masyarakat banyak. Jika terus bekerja keras, penghargaan akan datang dengan sendirinya. Kami akan terus berbenah,” ujar Buchori.

Keseriusan pemerintah setempat terbukti dengan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan. Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur membangun Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, yang berlokasi di sisi timur Pelabuhan Tanjung Tembaga. Pembangunannya dimulai tahun 2000 dan diresmikan pada 2007 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono di Pacitan.

Sejumlah satker menunjang pengembangan PPP. Dinas PU, misalnya, membangun akses jalan dan memperbaiki jalur lingkar utara. Dinas Perhubungan memasang rambu jalan dan rambu suar. PDAM, membangun reservoir air minum. Dinas Kelautan dan Perikanan membangun pasar ikan dan pabrik es. Juga, dibangun sentra dan pengembangan laboratoirum untuk meningkatkan mutu olahan ikan.

Sekarang ratusan kapal ikan, yang sebelumnya bersandar di dermaga lama yakni Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo berpindah ke PPP, serta dimulainya transaksi pelelangan ikan di tempat itu. Seluruh transaksi perikanan tangkap berada di PPP Mayangan.

Aktivitas perekonomian perikanan nelayan pendatang maupun nelayan Kota Probolinggo berpusat di sana. Karenanya, para nelayan pun bisa menjual langsung hasil jerih payahnya. Dan pembeli, yang merupakan masyarakat setempat, dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan membeli ikan di sana sebagai lauk untuk dikonsumsi.

Lalu bagaimana dengan Kabupaten Probolinggo, kapan bisa memikirkan kemajuan dan kesejahteraan warga seperti Kota Probolinggo?

Tanggapan Anda

komen

Leave a comment